PERSPEKTIF SISTEM INFORMASI KESEHATAN

PERSPEKTIF SISTEM INFORMASI KESEHATAN - Halo, kembali bersama kami anncoulterdoc : Informasi Tentang Kesehatan, Pada kesempatan hari ini kami akan membahas seputar PERSPEKTIF SISTEM INFORMASI KESEHATAN, kami telah mempersiapkan berita ini dengan benar guna anda baca dan serap informasi didalamnya. semoga seluruh isi postingan yang kami posting ini bisa anda mengerti, selamat membaca.

Judul Berita : PERSPEKTIF SISTEM INFORMASI KESEHATAN
good link : PERSPEKTIF SISTEM INFORMASI KESEHATAN

Baca juga


PERSPEKTIF SISTEM INFORMASI KESEHATAN



PERSPEKTIF SISTEM INFORMASI KESEHATAN

A.    Perspektif Fungsional
Menurut Kusumadewi, dkk (2009), secara fungsional Sistem Informasi Kesehatan dapat dikelompokkan menjadi tiga macam Sistem Informasi, yaitu :
1.      Sistem Informasi Rumah Sakit, sistem ini merupakan sistem yang mampu melakukan integritas dan komunikasi aliran informasi baik di dalam maupun di luar rumah sakit. Sistem informasi ini meliputi : sistem rekam medis elektronik, sistem informasi laboratorium, dan lain sebagainya yang terdapat pada fungsi dukung operasional dan medis di ruang lingkup rumah sakit.
2.      Sistem Informasi Kesehatan Publik, jika Sistem  Informasi Rumah Sakit terbatas pada fungsi dukung operasional dan medis dilingkup rumah sakit, Sistem Informasi Kesehatan Publik mempunyai cakupan yang lebih luas. Kantor kantor pemerintah yang mengurusi kesehatan dan lembaga layanan kesehatan non rumah sakit.
3.      Sistem Informasi Klinis, pada sistem ini tidak hanya membantu dokter dalam menangani masalah administratif pasien, tetapi lebih dari itu, untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pasien. Sistem Informasi Kesehatan Klinis dapat didukung dengan sistem pendukung keputusan, yang diantaranya membantu dalam diagnosa penyakit dan menentukan tindakan medis.

Pengembangan Sik (Dilihat Dari Perspektif Fungsional)
1.      Sistem informasi kesehatan yang terintegrasi baik di dalam sektor kesehatan (antar program dan antar jenjang), dan diluar sektor kesehatan, yaitu dengan sistem janringan informasi pemerintah daerah dan jaringan informasi di pusat

2.      Pengembangan Sistem Informasi Rumah Sakit yang berbasis komputer (Computer Based Hospital Information System) di Indonesia telah dimulai pada akhir dekade 80'an 
3.      Namun tampaknya komputerisasi dalam bidang per-rumah sakit-an, kurang mendapatkan hasil yang cukup memuaskan semua pihak
4.      Karena pada perancanaan kurang baik, dimana identifikasi faktor-faktor penentu keberhasilan (critical success factors) dalam implementasi sistem informasi tersebut kurang lengkap dan menyeluruh
Ruang Lingkup Aplikasi Sik
1.      Registrasi pasien
2.      Rawat jalan/poliklinik
3.      Rawat inap
4.      Penunjang medis/laboraturium
5.      Penagihan dan pembayaran
6.      Apotek/farmasi
Manfaat Otomatisasi Sik
1.      Pendapatan rawat inap dan jalan secara periodik (harian, bulanan, dan tahunan)
2.      Penerimaan kasir secara periodic
3.      Tagihan dan kwitansi pembayaaran pasien
4.      Rekam medis pasien
5.      Data kegiatan rumah sakit dan triwulan
6.      Data mordibitas pasien rawat inap
7.      Data mordibitas pasien jalan
8.      Data mordibitas penyakit khusus pasien rawat inap
9.      Data mordibitas penyakit khusus pasien rawat jalan
10.  Penerimaan kasir pada bagian farmasi/apotek
11.  Pemberian kasir pada bagian farmasi/apotek
12.  Manajemen ketersediaan obat pada bagian farmasi/apotek
13.  Grafik yang menunjang dalam pengambilan keputusan

B.     Perspektif Artitektor Teknologi
Menurut Kusumadewi, dkk (2009), dalam perspektif arsitektur teknologi pada era teknologi informasi yang semakin lebih dekat ke arah mobilitas pengguna, ada tiga pengembangan terpenting dalam Sistem Informasi Kesehatan yaitu:
1.      Sistem Informasi Berbasis Komponen Objek, teknologi bebasis pada komponen objek mengubah paradigma teknologi berbasis pada perpindahan data (data-driven technology) menjadi arsitektur berbasis pada pengetahuan (knowledge-driven technology) yang menekankan pada proses penyelesaian masalah.
2.      Sistem Terdistribusi, dalam era keterbukaan dan era keterhubungan, maka
diperlukan mekanisme yang dapat menghubungkan antar satu sistem dengan sistem yang lain. 
3.      Teknologi Mobile, saat ini teknologi mobile seperti handphone, PDA (personal digital assistant), dan berbagai macam teknologi wireless lainnya memungkinkan proses komputasi dan pemanfaatan Sistem Informasi Kesehatan dipergunakan oleh pengguna yang secara fisik tidak terhubung secara langsung dengan sistem. Sistem ini memungkinkan akses terhadap Sistem Informasi Kesehatan secara remote maupun secara lokal baik dari sisi administrator maupun pengguna umum (regular user). 

REFERENSI








Demikianlah Berita dari kami PERSPEKTIF SISTEM INFORMASI KESEHATAN

Sekianlah artikel PERSPEKTIF SISTEM INFORMASI KESEHATAN hari ini, semoga dapat memberi pengetahuan untuk anda semua. ok, sampai jumpa di artikel berikutnya. Terima Kasih

Anda saat ini sekarang membaca berita PERSPEKTIF SISTEM INFORMASI KESEHATAN dengan alamat link https://www.anncoulterdoc.com/2017/09/perspektif-sistem-informasi-kesehatan.html